Alergi merupakan reaksi dari sistem imun terhadap suatu zat berbahaya. Pada dasarnya, jika muncul reaksi alergi pada tubuh anak-anak, orangtua harus segera menanganinya. Tes alergi pada anak merupakan salah satu langkah pertama yang harus ditempuh untuk mengetahui penyebabnya agar bisa segera diobati.

Semakin cepat Anda mengetahui penyebab alergi pada anak-anak, maka semakin cepat masalah tersebut bisa diobati.  Di lain sisi, ada beberapa cara untuk mengetes alergi pada anak-anak yang direkomendasikan oleh dokter. Berikut beberapa tes tersebut:

1. Tes Uji Tusuk

Skin prick test atau tes uji tusuk merupakan salah satu tes alergi pada anak-anak. Metodenya yaitu menaruh satu tetes saja alergi pada kulit si kecil. Kemudian alergen tersebut dimasukkan menggunakan jarum agar bisa masuk ke dalam kulit.

Jika si kecil beraksi terhadap senyawa tersebut, maka benjolan warna merah pada kulit si kecil akan mulai muncul. Namun, tes ini hanya bisa dilakukan saat si kecil sudah memasuki usia 6 bulan ke atas.

2. Tes Darah Untuk Alergi

Untuk mengetahui alergi pada orang dewasa maupun anak-anak, terkadang juga bisa dilakukan dengan cara tes darah. Tes ini bertujuan untuk mengukur jumlah antibodi yang ada di dalam darah pada alergen yang berbeda-beda. Dengan begitu penyebab alergi pun bisa diketahui.

Untuk mengetes alergi dengan cara ini hanya bisa dilakukan oleh dokter saja. Tes darah umumnya dilakukan melalui laboratorium agar hasilnya akurat. Tes alergi ini bahkan mampu mengidentifikasi lebih dari satu jenis alergi yang bisa saja terjadi pada anak.

Tes darah adalah jenis pengetesan yang tergolong bagus dan punya kelebihan dari tes lainnya. Salah satu kelebihannya yaitu si kecil tidak akan mengalami reaksi alergi jika sudah melakukannya.

3. Tes Intradermal

Pengetesan ini dilakukan dengan cara menyuntikan sedikit alergen ke bagian kulit lengan anak-anak. Fungsi dari tes intradermal sendiri yaitu untuk mengidentifikasi alergi terhadap penisiln maupun racun serangga.

Tes ini juga bisa dilakukan untuk mengetahui jenis alergi terhadap racun serangga. Dokter akan melihat area kulit yang sudah disuntik menggunakan tes intradermal. Jika ada reaksi yang muncul, maka si kecil dipastikan memiliki alergi terhadap senyawa yang disuntikan melalui metode tersebut.

4. Tes Alergi Makanan

Food challenge test atau tes alergi makanan merupakan salah satu jenis tes yang juga bisa dilakukan sendiri di rumah. Metode dari tes ini yaitu mengidentifikasi alergi makanan yang dikonsumsi oleh si kecil.

Jika si kecil beraksi terhadap suatu makanan tersebut, misalnya muntah saat mengonsumsi makanan atau minuman tertentu, bisa jadi mereka alergi terhadap apa yang dikonsumsinya.

Tes ini juga bisa dilakukan oleh dokter ahli agar hasilnya lebih optimal. Dokter akan meminta si kecil untuk mencoba tes kulit dan darah terlebih dahulu sebelum melakukan food challenge test ini.

Jika hasil tes kulit dan tes darah tidak meyakinkan, maka si kecil akan diminta untuk mengonsumsi makanan tertentu. Selanjutnya dokter akan mengontrol reaksi si kecil terhadap makanan yang dikonsumsinya.

5. Tes Makanan yang Dicurigai Penyebab Alergi

Tes lain yang biasanya dilakukan adalah melalui elimination diet. Metodenya cukup sederhana yaitu dengan menghilangkan beberapa makanan yang dicurigai menjadi penyebab alergi pada si kecil.

Beberapa contoh makanan yang kerap menimbulkan alergi seperti telur, kacang, hingga produk-produk olahan susu.

Demikian beberapa jenis tes alergi pada anak yang tergolong akurat. Beberapa di antaranya bahkan bisa Anda coba sendiri di rumah.

 

Deskripsi: Informasi seputar beberapa cara tes alergi pada anak yang wajib diketahui oleh setiap orangtua. Semua akan dibahas di sini secara lengkap dan detail termasuk cara kerjanya.

5 Tes Alergi Pada Anak yang Wajib Anda Ketahui

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.